Sejuta Pesona Danau Toba, Wisata Kaya Budaya di Jantung Tanah Batak

14 menit
Wisata Danau Toba, Keelokan Budaya Berpadu Legenda (Shutterstock).
Wisata Danau Toba, Keelokan Budaya Berpadu Legenda (Shutterstock).

Cuaca sedang tidak begitu terik saat itu. Awan kelabu mencoba menemani di sepanjang perjalanan menuju puncak untuk melihat keagungan wisata Danau Toba dari atas ketinggian. Di kanan dan kiri, nampak anak-anak berusia kisaran 9 hingga 12 tahun sedang asyik bersenda gurau. Seolah tak peduli saat itu jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi. Tandanya, mereka akan terlambat sampai ke sekolah. 

Perjalanan sebetulnya tidak begitu jauh. Hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai di tujuan. Tentu dengan kecepatan kendaraan di ambang rata-rata. Jauh berbeda ketika mengendarai kendaraan di kota pastinya.

Panatapan Huta Ginjang merupakan sebuah kawasan perbukitan diatas ketinggian 100 mdpl yang menghadap langsung ke Danau Toba. Udara yang ditawarkan kawasan ini berbeda dari tempat lainnya. Begitu kamu membuka pintu mobil, angin kencang tak segan-segan menyergap begitu saja. Bahkan, lebih baik kamu menggunakan jaket karena suhu diatas bisa mencapai 14 derajat celcius. Dinginnya sanggup membuat kopi panas menjadi hambar.

Ada hal menarik yang kamu dapat dari kawasan ini. Penampakan Danau Toba cukup membuat hati berdesir kagum. Betapa kuasanya tangan Tuhan menciptakan pemandangan alami ini menjadi sempurna dari atas ketinggian. 

Deretan hutan pinus, hamparan air danau yang tenang serta penampakan awan yang menyembunyikan sang mentari mampu membuat kamu betah berdiam diri disana. Beberapa orang menikmati lukisan alam ini dengan duduk diatas rumput menghadap danau, sebagian lagi tentu tak ingin kehilangan momen mengabadikan dalam bentuk gambar.

Dari atas ketinggian 1.550 mdpl, kamu bisa menikmati keindahan Danau Toba sepuasnya. Bahkan jika ingin tidur-tiduran di atas rerumputan seraya menghirup udara segar juga bisa dilakukan. Bahkan, ini adalah momen sangat nikmat ketika berada di Panatapan Huta Ginjang selain menikmati keindahan Danau Toba. 

Selain bisa menikmati keindahan danau dari atas ketinggian, di sini kamu bisa juga merasakan terbang melayang di udara dengan gantole. Salah satu olahraga ekstrem yang cocok dilakukan di wilayah ini adalah terbang dengan menggunakan paralayang. Kebayang kan betapa serunya terbang melayang di atas perairan Danau Toba. 

Bukan cuma itu saja, disini kamu juga bisa mengunjungi Bukit Doa Taber (Tapanuli Bersinar). Di tempat ini kamu bisa melihat umat kristiani berdoa. Saat Natal, tempat yang dibangun pada tahun 1996 ini pun selalu ramai.

Baca juga: Menyusuri Keindahan Ketawai, Pulau Tak Berpenghuni di Bangka Belitung

Melongok Kembali Sejarah Danau Toba

Wisata Danau Toba
Perahu terdampar di danau (Shuterstock).

Indonesia merupakan negara yang kaya akan legenda. Tak terkecuali bagaimana proses pembentukan danau toba. Konon, menurut cerita yang beredar luas, danau ini menyimpan kisah keluarga manusia dan putri jelmaan seekor ikan. 

Diceritakan, pada zaman dahulu kala seorang pemuda tengah memancing di sungai dan mendapatkan seekor ikan. Ikan tersebut ternyata bisa berbicara dan memohon kepada si pemuda agar tidak dimasak, dan kemudian menjelma menjadi gadis yang sangat cantik. 

Singkat cerita, keduanya akhirnya menikah. Sang istri berpesan kepada suaminya agar tidak menceritakan asal muasal dirinya kepada siapapun. Kehidupan pun berjalan baik-baik saja hingga mereka dikaruniai anak laki-laki nakal dan pemalas. 

Pada suatu hari si anak dimintai tolong oleh ibunya untuk pergi membawakan makan siang untuk ayahnya di ladang. Tetapi makanan yang dibawanya itu justru dimakannya di jalan. Sang ayah yang kelaparan akhirnya terpaksa pulang. Di tengah jalan, ia tak sengaja bertemu dengan si anak yang sedang makan siang. Dalam keadaan marah, tak sengaja sang ayah memaki dan menyebut anaknya sendiri sebagai anak ikan. 

Seketika langit gelap dan hujan turun dengan deras. Air juga keluar dari bawah tanah yang membuat perkampungan terendam air. Putri jelmaan ikan dan anaknya tiba-tiba menghilang saat perkampungan luruh menjadi lautan air. Hingga kini, Danau Toba dan Pulau Samosir diyakini sebagai perwujudan siluman ikan dan anaknya.

Danau ini memiliki panjang 100 kilometer, lebar 30 kilometer, dan kedalaman 1600 meter. Lokasinya terletak di tengah pulau Sumatera bagian utara dengan ketinggian permukaan sekitar 900 meter. 

Letusan Gunung Berapi Super

Wisata Danau Toba
Danau Toba dari atas ketinggian (Shutterstock).

Banyak warga setempat yang percaya bahwa danau ini memiliki misteri tersendiri. Hal itu diperkuat dengan kejadian yang terjadi pada tahun 2018 silam. Salah satu misteri yang terungkap adalah Kaldera Haranggaol. Kaldera ini terbentuk dari letusan gunung api hebat puluhan ribu tahun silam dan kini menjadi kuburan bagi bangkai KM Sinar Bangun.

Melansir laman Dailymail, sejumlah ilmuwan menemukan fakta bahwa proses terjadinya danau ini akibat erupsi hebat Gunung Toba yang terjadi pada 74.000 tahun lalu. Saat erupsi, Gunung Toba memuntahkan 2.500 km kubik lava yang jumlahnya konon dua kali volume Gunung Everest. Bahkan, erupsinya 5.000 kali lebih mengerikan dari letusan hebat Gunung St Helens, Amerika Serikat yang memakan lebih dari 250 rumah pada 1980.

Sementara itu, menurut situs Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), ribuan kilometer kubik puing dimuntahkan dari puncak Gunung Toba. Awan yang bercampur gas panas, serpihan batu, dan abu pun telah mengubur 20.000 km wilayah yang ada di sekitar kaldera dalam waktu dua minggu.

Setelah kejadian, Gunung Toba meninggalkan kaldera modern yang dipenuhi air dan kini dikenal dengan nama Danau Toba. Beberapa pakar masih memercayai bahwa dibalik tenangnya air di Danau Toba, menyimpan kolam magma yang masih terus aktif hingga saat ini. 

Baca juga: Danau Kaolin, Potret Keindahan Tersembunyi Sisa Tambang Kosmetik di Bangka Belitung

Hal yang bisa dilakukan di Danau Toba

Wisata Danau Toba
Turis yang tengah berwisata di Danau Toba (Shutterstock).

Danau yang terjadi akibat letusan gunung api ribuan tahun ini ternyata gak hanya indah dipandang. Tetapi kamu juga bisa melakukan aktifitas lainnya. Bukan hanya sekedar berkeliling, tapi kamu juga bisa melakukan hal-hal ini:

1. Memancing

Danau Toba dipenuhi ikan dengan berbagai ukuran yang biasanya berenang di sekitar dermaga penginapan dan dinding pantai. Cobalah untuk memancing di pagi hari dengan umpan telur atau roti tawar.

Ikan di danau ini sangat tertarik dengan lampu senter yang diarahkan ke air. Sehingga jika memancing atau menjala ikan di malam hari para nelayan tidak merasa kesulitan. Dengan bantuan warga sekitar atau nelayan, kamu bisa diantar ke spot pemancingan paling oke disana.

2. Bermain bebek kayuh

Atraksi wisata air lain yang bisa dilakukan di atas danau ini adalah bermain bebek kayuh. Beberapa penginapan yang ada di pinggir danau biasanya menyediakan permainan ini. Permainan ini biasanya dipungut biaya tambahan kepada tamu penginapan per 30 menitnya. 

Dari atas bebek kayuh ini kamu bakalan merasakan suasana magis yang gak bisa ditemukan di perairan lain. Meski terlihat tenang, berada di atas perairan Danau Toba memiliki sensasi yang luar biasa. 

3. Kayak

Bermain kayak di perairan danau ini juga bisa menjadi alternatif kegiatan seru lainnya. Disini, kamu bakal merasa lebih dekat dengan alam. Menyewa peralatan kayak juga cukup mudah. 

Pergilah mendayung di perairan danau yang jernih. Kamu akan dimanjakan dengan pemandangan bekas pegunungan vulkanik. Ada baiknya setelah lelah mendayung, kamu bisa menepi di tepian danau seraya beristirahat sambil menghirup udara dalam-dalam guna merasakan suasana segar alami. 

Objek Wisata di Dekat Danau Toba

Wisata Danau Toba
Patung Sigale-gale (Shutterstock).

Memiliki kesempatan melihat keagungan Danau Toba, jangan lupa mampir ke beberapa objek wisata di sekelilingnya. Kamu bukan hanya terpukau melihat kemegahan danau kaldera tersebut, melainkan wajib mengenal budaya yang ada disana. 

Pasalnya, gak sedikit wisatawan yang hanya setengah-setengah mengeksplorasi keindahan danau. Padahal, banyak lho tempat wisata baru yang gak kalah menarik dan pastinya bikin kamu berdecak kagum. Untuk bisa menikmati keindahan Danau Toba lebih maksimal, gak ada salahnya mencari tahu spot wisata apa saja yang kekinian di sekitar sana. 

1. Pusuk Buhit

Pusuk Buhit merupakan bukit tertinggi di kawasan Danau Toba dengan ketinggian mencapai 1972 mdpl. Selain mendaki puncaknya untuk lebih menikmati panorama alam, kamu juga bisa melakukan aktifitas lain disini. 

Seperti misalnya berkemah. Coba rasakan bermalam satu hari saja menikmati keindahan danau dan bintang yang bertaburan di langit bagian utara Sumatera. Pemandangan yang tampak dari gunung Pusuk Buhit sangat indah.

Terlebih lagi suasana sejuk khas pegunungan pasti akan membuatmu betah berlama-lama berada di sana. Menuju lokasi ini juga cukup mudah. Kalau kamu datang dari Medan, cukup berkendara selama lima jam sudah bisa sampai ke kawasan Pusuk Buhit.

2. Air Terjun Situmurun

Ada hal unik dari air terjun ini. Pasalnya, airnya mengalir langsung ke danau. Air Terjun Binangalom atau yang sering disebut dengan nama Air Terjun Situmurun ini memang menjadi objek wisata yang gak bisa dilewatkan saat berkunjung ke Danau Toba. 

Beberapa aktifitas seperti berenang dapat kamu lakukan disini. Kalau kamu gak pandai berenang, tenang saja, masih bisa menggunakan pelampung untuk menikmati sejuknya air di Danau Toba. Tapi ingat ya! Jangan berenang terlalu dekat dengan air terjun, karena arusnya cukup deras. 

Untuk menuju ke air terjun ini, kamu bisa menyewa kapal dengan tarif sewa mulai dari Rp 500 ribuan. Waktu yang pas untuk menikmati keindahan disini adalah saat sore hari. Dimana sinar matahari mulai oranye, dan kamu bisa menikmati sunset sekaligus lho. Air terjun ini terletak di Jonggi Nihuta, Lumban Julu, Hatinggian, Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

3. Batu Gantung

Bertandang ke suatu wilayah memang gak luput dari mengenal sejarah atau legenda yang ada. Salah satunya legenda yang ada di objek wisata Batu Gantung yang terletak di Parapat, Sumatera Utara ini. 

Batu Gantung merupakan kisah seorang gadis cantik bernama Seruni yang dijodohkan dengan pria yang tidak ia cintai. Sepanjang hari hidupnya penuh dengan keresahan. Ia habiskan banyak waktu di pinggir Danau Toba sambil memikirkan rencana kedua orangtuanya tersebut. 

Satu sisi ia tak ingin menyakiti hati orangtuanya, tetapi di sisi lain Seruni tak sanggup berpisah dengan sang kekasih. Hingga suatu hari, ia bersama Toki, anjing kesayangannya pergi menuju sebuah tebing. Dari atas tebing, muncul niatan ingin bunuh diri dengan melompat ke danau. 

Toki pun tak berhenti menggonggong melihat sang majikan terus berjalan menuju ujung tebing tersebut. Namun, bukannya jatuh ke danau, Seruni malah terperosok ke lubang batu yang dalam. 

Di dalam dasar yang gelap, Seruni sempat meminta tolong karena batu di sekeliling terus bergerak menghimpitnya. Toki tak tinggal diam, ia berlari menuju ladang untuk memberi tahu kedua orangtua Seruni. 

Seruni yang putus asa, akhirnya berteriak “Parapat! Parapat” menyuruh batu itu terus merapat dan menghimpit dirinya. 

Saat ayah Seruni datang ingin menyelamatkan anaknya, maka terdengar suara gemuruh disertai gempa bumi. Lubang batu itupun merapat dan tertutup. Kemudian tebing-tebing di pinggir Danau Toba berguguran. Beberapa saat setelah gempa berhenti, muncul sebuah batu besar menyerupai tubuh seorang gadis yang tergantung pada dinding tebing.

Masyarakat sekitar percaya kalau batu yang menggantung itu adalah Seruni. Hingga kini lokasi tersebut ramai dikunjungi wisatawan yang penasaran dengan legenda tersebut. Batu Gantung terletak di Kota Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Jaraknya sekira 176 kilometer dari Medan dan dapat dicapai dengan berbagai kendaraan.

4. Desa Tomok, Gerbang Wisata Pulau Samosir

Desa Tomok merupakan salah satu wilayah yang ada di Pulau Samosir. Desa ini menjadi pintu gerbang wisata di pulau seluas 630 kilometer persegi tersebut. Wilayah ini juga dikenal sebagai desa tradisional yang wajib kamu kunjungi ketika bertandang ke Danau Toba. 

Disini kamu bisa mengunjungi Patung Sigale-gale yang fenomenal tersebut. Bahkan, kamu juga bakalan disambut dengan tari tor-tor sebagai ucapan selamat datang. Sigale-gale adalah boneka yang dapat bergerak-bergerak dan menari sendiri, sejenis wayang orang kalau di Jawa. Jika tidak beruntung, jangan khawatir, kamu bisa memesan pertunjukan tadi dengan biaya sekitar Rp 200.000 per pertunjukan kepada para penari. Datang ke Samosir, memang gak lengkap kalau belum berswafoto dengan Sigale-gale dan ikut menari tor-tor. 

5. Lembah Eksotis, The Caldera

Ada yang baru dari pariwisata Danau Toba, yakni lembah eksotis The Caldera Toba Nomadic Escape yang telah diresmikan pada April lalu. Menurut Ketua Tim Percepatan Nomadic Kementerian Pariwisata, Waizly Darwin, The Caldera merupakan amenitas wisata kembara atau nomadic tourism yang dikembangkan oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba atau BPODT. 

“The Caldera Toba Nomadic Escape ini terletak di Zona Otorita Pariwisata Danau Toba, Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir,” kata Waizly Darwin, dalam keterangan tertulis yang diterima. 

Disini, kamu akan terpesona dengan pemandangan eksotis Desa Wisata Sigapiton yang berada di lembah bawah The Caldera. Ditambah lagi, keindahan alam dari titik yang diapit bukit di sebelah kanan dan kiri, serta pemandangan Danau Toba dan Pulau Samosir di kejauhan.

Kawasan ini juga dilengkapi dengan pelbagai fasilitas menarik seperti, Kaldera Amphitheatre berkapasitas 250 orang, Kaldera Plaza, Kaldera Stage, dan Kaldera Hill. Ada pula amenitas berupa 15 Tenda Belt, 2 Cabin, 2 Tenda Bubble, 1 Ecopod, dan area parkir untuk Camper Van.

Kiranya, kawasan ini dapat menampung 50 wisatawan yang tertarik menginap di fasilitas glamping yang telah tersedia. Segmen utama dari objek wisata ini memang wisatawan milenial dan para nomad. Seiring berkembangnya zaman, era milenial saat ini dianggap potensial untuk menyampaikan informasi terutama pariwisata. 

Untuk sampai di The Caldera, kamu perlu menempuh perjalanan selama sekitar 20 menit dengan kendaraan bermotor dari Kota Parapat. Jika melalui Bandara Silangit, kamu akan menempuh perjalanan selama 2 jam. Adapun dari Bandara Sibisa yang saat ini sedang dalam pengerjaan, hanya sekitar 10 menit berkendara.

6. Huta Siallagan

Wisata Danau Toba
Huta Siallagan (Dok: Kemenpar).

Ada satu hal yang unik dari perkampungan Batak yang satu ini. Pasalnya, lokasi ini sering disebut sebagai perkampungan kanibal di tanah Batak. Mengapa demikian? Ya lagi-lagi sejarah lah yang menjawabnya. 

Dahulu kala, wilayah yang terletak di Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Pulau Samosir. Kampung Huta Siallagan memiliki luas wilayahnya sekitar 2.400 meter persegi, dan dikelilingi tembok batu setinggi 1,5-2 meter yang disusun bertingkat secara rapi. Tembok yang menyerupai benteng ini berfungsi untuk menjaga Kampung Huta Siallagan dari gangguan binatang buas maupun serangan suku lain. 

Perkampungan ini dahulu dibangun oleh seorang raja bernama Raja Laga Siallagan, yang merupakan garis keturunan suku Batak asli. Hingga kini warga keturunan Raja Siallagan masih menempati seputaran Desa Ambarita, dan terdapat pula beberapa makam keturunan Raja di lokasi tersebut.

Belum lama ini rombongan Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya berkesempatan mengunjungi lokasi ini. Lokasi yang ditunjuk sebagai salah satu destinasi wisata berbasis budaya inipun menarik perhatian rombongan presiden.

Hal yang paling menarik tentunya adalah batu kursi persidangan. Inilah yang menjadi ciri khas dari Huta Siallagan atau Kampung Siallagan ini. Berada di sebuah benteng yang tidak terlalu tinggi, kamu akan masuk ke pintu gerbang yang hanya muat untuk satu orang. 

Yang sangat menarik, adalah saat pemandu wisata memandu dan menjelaskan tentang hukum pasung yang ada sejak dahulu di Kampung Huta Siallagan. 

“Ada hukum pasung dan hukum pancung. Untuk tindak kejahatan yang berat tentunya hukum pancung. Hukuman pancung menjadi ciri dari hukuman di Huta Siallagan, dan inilah yang membuat saya langsung merinding. Ada lokasi khusus untuk pemancungan, dan ada algojo khusus juga,” kata seorang pemandu kepada rombongan presiden saat itu. 

Sebelum dipancung ada prosesi khusus bagi pelaku kejahatan yang bisa membuat kuduk langsung merinding. Karena di masa lalu, orang banyak mempunyai ilmu kanuragan, maka perlu langkah untuk menghilangkan kemampuan khusus itu. 

Kulit pelaku kejahatan pun disayat lantas lukanya diberi air jeruk nipis. Inilah ramuan yang dipercaya menghapuskan ilmunya dan hukuman pancung pun bisa dilaksanakan dengan sekali tebas.

Jika sudah di tebas, kepala pelaku akan digantung di depan desa agar musuh atau warga tahu akan adanya eksekusi tersebut. Tubuhnya akan dipotong-potong menjadi beberapa bagian untuk dimasak dan dimakan bersama-sama. Sementara bagian organ dalam akan dimakan oleh raja. Ritual ini mulai ditinggalkan sejak masuknya agama di wilayah tersebut. Meski demikian sejarah tersebut hingga kini masih diperdebatkan. 

Baca juga: Keliling Eropa dengan River Cruise? Kenapa Enggak! Segini Lho Biayanya

Pembangunan Infrastruktur Pendukung Pariwisata Danau Toba Dikebut

Danau Toba
Presiden Joko Widodo dan beberapa jajaran kementerian tengah membahas prospek wisata menjanjikan di Danau Toba (Dok: Kemenpar)

Pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata di Danau Toba, Sumatera Utara, dan sekitarnya dikebut. Hal itu sebagai tindak lanjut hasil kunjungan kerja Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan percepatan pembangunan di kawasan destinasi super prioritas itu.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan saat Rapat Koordinasi Pengembangan Pariwisata Danau Toba di Kantor Kemenkomar, Jakarta, mendorong Kementerian dan Lembaga terkait untuk bergerak cepat membangun infrastruktur di kawasan Danau Toba.

“Arahan Presiden untuk dieksekusi secepat-cepatnya, untuk para investor juga harus segera membangun,” kata Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan.

Menko Maritim Luhut juga memastikan agar Kementerian PUPR segera mengeksekusi arahan Presiden Jokowi terkait infrastruktur di Danau Toba dan pengembangan sektor pariwisata.

“Target pada 2020 infrastruktur dasar atau sarana dan prasarana menunjang kawasan pariwisata atau Otorita Danau Toba dan wilayah sekitarnya terealiasi,” kata Luhut.

Lebih lanjut, Luhut juga meminta agar lintas K/L dapat menindaklanjuti permasalahan keramba jaring apung agar masalah pencemaran lingkungan di Danau Toba yang memengaruhi kenyamanan wisatawan segera dibenahi.

Dalam Rakor tersebut, hadir pula Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Dirut Badan Otorita Pariwisata Danau Toba Arie Prasetyo.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan kesiapan para investor untuk melaksanakan groundbreaking hotel di Danau Toba, khususnya di zona otorita.

“Komitmen dari Pemerintah mengenai pembangunan infrastruktur dan utilitas dasar di dalam kawasan segera diwujudkan, salah satunya dimulai pada September 2019,” kata Menpar Arief.

Lebih lanjut, Menpar menjelaskan, Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam format Conditional LUDA (Land Utilization dan Development Agreement), yang ditargetkan pada 10 Oktober 2019.

“Komitmen dari investor mengenai dimulainya pembangunan fisik. Groundbreaking Glamorous Camping atau Glamping pada 10 Oktober 2019, serta Groundbreaking Luxurious Hotel ditargetkan pada 20 April 2020,” tutup Menpar.

Presiden Ingin Danau Toba diakui UNESCO Global Geopark

Danau Toba
Objek wisata Danau Toba (Dok: Kemenpar)

Presiden Joko Widodo menginginkan dan mendorong Taman Bumi (Geopark) Kaldera Toba di Desa Sigulatti, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut), agar bisa diakui dan masuk ke daftar UNESCO Global Geopark (UGG).

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo ke kawasan destinasi prioritas pariwisata Danau Toba termasuk juga menyambangi Geopark Kaldera Toba.

“Ya itu yang tugasnya nanti Pak Gubernur, Pak Bupati, termasuk juga nanti di Kementerian,” kata Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyampaikan, sertikasi UGG Danau Toba ditargetkan akan rampung tahun ini. Ia mengatakan UGG menjadi modal yang baik untuk mempromosikan ke luar negeri sekaligus pengakuan bahwa kawasan itu telah terstandar kelas dunia.

“Tahun ini UGG selesai. Bila sudah dapat UGG, maka kawasan Danau Toba akan bersih. Bila dikotori maka sertifikat UGG akan ditarik kembali sehingga masyarakat akan disiplin untuk menjaga kebersihan Danau Toba,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar juga mengatakan, dalam framework pengembangan destinasi itu maka Indonesia selalu menggunakan konsep 3A (Atraksi, Akses dan Amenitas). “Dan jika ingin menjadi global player, harus menggunakan standar dunia,” katanya.

Di komponen akses, standar global itu diwujudkan dalam bentuk membangun bandara internasional di banyak tempat. Itu sudah dilakukan oleh Presiden Jokowi sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan pariwisata dì Danau Toba. Sementara untuk amenitas, ditandai dengan hadirnya hotel-hotel berbintang yang berkelas internasional di berbagai destinasi.

“Ketiga adalah atraksi yang juga harus kelas dunia,” ujar Menpar.

Kelas dunia yang dimaksud, kata Arief Yahya, adalah atraksi yang sudah mendapatkan pengakuan dunia atau diakui secara resmi dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga terpercaya dunia, seperti UNESCO.

“Di banyak tempat di dunia, UGG itu selalu memberi dampak yang signifikan terhadap wisatawan. Brandingnya langsung mendunia karena diakui oleh UNESCO, lembaga dunia,” tutupnya.

Bagaimana cara ke Danau Toba

Wisata Danau Toba
Desa Parapat (Shutterstock)

Kementerian Pariwisata telah menetapkan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas. Tentunya pelbagai pembenahan tengah digencarkan demi menyambut kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Sebelum datang kesana, ada baiknya kamu mengetahui dulu apa saja dan bagaimana cara menuju ke objek wisata di Danau Toba. 

Akses

Danau Toba dalam beberapa tahun sudah giat membenahi akses perjalanan guna memudahkan wisatawan untuk berkunjung. Semula wisatawan harus mencapai kawasan Danau Toba dengan menggunakan penerbangan ke Bandara Internasional Kualanamu terlebih dahulu, kini tidak lagi. 

Bandara Silangit di Siborong-borong, Tapanuli Utara, menjadi pilihan wisatawan jika ingin langsung datang ke Danau Toba. Beberapa maskapai pun melayani rute terbang langsung dari Jakarta-Silangit dengan biaya mulai dari Rp 1,4 juta. Tak hanya itu, salah satu maskapai penerbangan milik negara pun saat ini telah membuka rute penerbangan langsung dari Singapura untuk menarik para wisatawan mancanegara ke Danau Toba.

Sesampainya di Bandara Silangit, kamu bisa menggunakan kendaraan umum berupa taksi sewa dan bus DAMRI untuk mencapai kota-kota di pinggiran Danau Toba seperti Balige dan Parapat. Bila berencana ke Danau Toba dari arah Medan maupun Sibolga, kamu bisa menggunakan travel angkot (umumnya mobil Colt) dengan tarif sekitar Rp 50.000 per orang. Kamu akan menempuh perjalanan darat selama 3 – 4 jam.

Penginapan

Karena letaknya di antara beberapa kabupaten di Sumatera Utara, banyak penginapan yang bisa kamu sambangi. Kamu bisa memilih penginapan mulai dari yang hotel bujet hingga hotel berbintang di Muara, Balige, Parapat, atau Pangururan.

Bila ingin menginap di Pulau Samosir, kamu bisa bermalam di daerah Tomok atau Simanindo. Di daerah tersebut, kamu bisa memilih homestay yang sesuai dengan kebutuhan dan bujet.

Sebagai saran, kamu bisa memilih homestay di sisi timur Pulau Samosir yang memiliki pemandangan langsung ke arah danau. Dengan begitu, kamu bisa menyaksikan pemandangan sunrise yang sangat memukau.

Pintu penyeberangan menuju Pulau Samosir

Sudah banyak cara untuk menyebrang ke Pulau Samosir. Salah satu tempat penyeberangan favorit wisatawan adalah Pelabuhan Ajibata di Kota Parapat. Dari Ajibata, kamu bisa menggunakan kapal feri dan kapal cepat. 

Selain itu, kapal motor Lopo Parindo juga bisa mengantar kamu ke Pelabuhan Tomok di Samosir dengan tarif Rp 8.000 per orang. Sebelum menumpang kapal, ada baiknya kamu memastikan harganya terlebih dahulu agar tidak merasa ditipu oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Perjalanan menggunakan kapal motor sendiri akan menempuh waktu sekitar 30 menit. Sembari memandangi keindahan sekitar Danau Toba, di sepanjang perjalanan pun kamu bisa menikmati lagu-lagu Batak yang membuat perjalanan terasa tidak membosankan.

Berbelanja dan kuliner

Buat kamu yang hobi belanja serta kulineran, jangan khawatir. Di sepanjang jalan dari arah Pelabuhan Tomok ke Rumah Raja Sidauruk, kamu dapat menemukan banyak toko souvenir. Mulai dari pakaian, tas, ikat kepala, gantungan kunci dan kerajinan kayu, hingga tenun ulos kain khas Batak bisa kamu beli. 

Hal yang sama juga bisa kamu temukan di dekat Pasar dan Pelabuhan Ajibata. Terdapat belasan rumah makan yang menawarkan berbagai jenis nasi dan lauk, mulai dari ikan mas arsik, mie gomak, ikan bakar, dendeng, hingga saksang. Bagi wisatawan Muslim, ada baiknya kamu memilih warung makan yang sudah mencantumkan tulisan “halal” sebab banyak menu non halal seperti babi dan anjing.

Menjaga perilaku

Tentu menjaga perilaku memang diwajibkan ketika datang ke sebuah daerah. Terlebih ketika daerah tersebut memiliki banyak legenda di dalamnya. Masih ingat bukan dengan legenda batu gantung, dan bagaimana proses terjadinya Danau Toba itu sendiri? Hal itu tak luput dari legenda yang terus diwariskan hingga saat ini. 

Ada baiknya, kamu selalu menjaga perilaku selama disana. Jangan pernah bicara kasar, atau takabur. Kamu wajib menghormati setiap kepercayaan dan cerita penduduk setempat selama berwisata. Sebab, tak sedikit pula wisatawan yang memiliki pengalaman mistis tertentu ketika berkunjung ke Pulau Samosir dan Danau Toba saat tidak berperilaku baik. (Editor: Winda Destiana Putri).

Winda Destiana
Winda Destiana

No place is ever bad as they tell you its going to be