Cuma Andalkan Sisa Gaji? Begini Cara Hidup Hemat Pascaresign dari Kerjaan

4 menit
mengatur keuangan
Ilustrasi orang resign. (Shutterstock)

Kemampuan untuk mengatur keuangan harus bisa kita miliki kapan saja, baik di masa sekolah, bekerja, berkeluarga, hingga masa tua nanti. Tentu tujuannya adalah untuk memastikan uang tersebut bisa dipergunakan untuk menghidupi kebutuhan-kebutuhan kita di hari-hari berikutnya. 

Kemudian, ada fase-fase kehidupan di mana kita dituntut untuk lebih berhemat dalam penggunaan uang. Contohnya adalah pascaresign bekerja. Sebab gak semua orang, usai keluar dari kerjaan atau dipecat, bisa langsung dapat pekerjaan baru lagi. 

Padahal, untuk memenuhi kebutuhan hidup, kita tetap diharuskan memiliki uang. Karena, kalau gak punya kerjaan, kita bingung dapat uang dari mana. Alhasil hanya berharap dari sisa-sisa gaji dan tabungan saja. 

Sambil menunggu masa nganggur itu terpaksa deh harus hidup hemat. Bagaimana cara mengatur keuangannya? Simak ulasan berikut ini seperti dikutip dari workitdaily.

Baca juga: Bisnis Kecil-kecilan, 6 Tips Mengelola Keuangan Ini Bantu Makin Cuan

1.  Jangan sering-sering makan ke luar 

mengatur keuangan
Jangan makan di luar. (Pixabay)

Sekali makan di luar, kamu harus mengeluarkan uang lebih. Di Indonesia sendiri, sekali makan di kafe atau restoran misalnya, rata-rata bisa menghabiskan uang Rp 100.000 untuk satu orang. 

Ingat, selama masa transisi pascaresign, kamu diharuskan jeli dalam mengatur keuangan. Sayang kalau sisa gaji dan tabungan habis untuk menghidupi masa peralihan penuh ketidakpastian ini. 

Jadi, kurangi kebiasaan makan di luar. Lebih baik memasak masakan sendiri di rumah. Cara ini sangat membantu kamu untuk menghemat anggaran sampai mendapatkan pekerjaan yang baru. 

Kalau pun dapat kerjaan baru, jangan juga langsung rajin makan di luar. Karena berhemat bukan hanya untuk mereka yang tengah menganggur, tapi juga untuk semua orang. 

Baca juga: Cocok untuk Milenial, Ikuti 5 Peraturan Mengelola Keuangan yang Sehat Ini

2. Buat yang doyan ngopi, bikin kopi sendiri aja

mengatur keuangan
Bikin kopi sendiri aja. (Pixabay)

Kopi sudah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia. Rasanya seperti ada yang mengganjal kalau sehari saja melewatkan aktivitas tanpa konsumsi kafein. 

Nah sayangnya, gaya hidup ini ternyata juga terbilang boros, menghambur-hamburkan uang. Bayangkan saja sekali ngopi di kafe, kita harus merogoh kocek mulai dari Rp 20 ribu – Rp 50 ribu. 

Kalau kamu saat ini sedang menganggur, lebih baik membuat kopi sendiri saja di rumah. Sebab, yang kamu butuhkan adalah zat kafein, bukan merek dari kopi itu. Jadi, bisalah beli kopi bubuk di warung, terus tinggal ditubruk menggunakan air panas. 

Baca juga: 5 Trik Sederhana Mengelola Keuangan di Usia 20-an, Gak Susah Kok!

3. Pintar-pintarlah dalam berbelanja 

mengatur keuangan
Usahakan belanja dapat harga murah. (Pixabay)

Cara mengatur uang yang efektif di saat-saat menganggur adalah dengan membelanjakannya seefisien mungkin. Gunakan uang yang tersisa untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan, bukan diinginkan. Tahan sedikit budaya konsumtif selagi menunggu pekerjaan yang baru. 

Kalau berbelanja di supermarket, carilah produk-produk yang lagi promo atau ada potongan harga. Misalnya, kamu lagi mau membeli pasta gigi, tapi merek yang biasa kamu gunakan harganya mahal. Kemudian, ada brand lain yang sedang promo dan lebih murah. Gak ada salahnya kamu membeli pasta gigi promo. Semua itu demi menyelamatkan keuanganmu. 

4. Tinjau ulang pengeluaran-pengeluaran tambahanmu

mengatur keuangan
Stop keanggotaan gym dulu, olahraga murah aja. (Pixabay)

Mengingat keuanganmu pascaresign sangat terbatas, kamu perlu mengecek ulang pengeluaranmu selama ini. Cek pengeluaran apa yang kira-kira gak dibutuhkan di masa-masa sulit ini. 

Misalnya seperti biaya member bulanan gym, yang rata-rata sekitar Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribuan. Nah, ada baiknya kamu berhenti sementara menjadi member gym, dan mencoba beralih ke olahraga yang murah meriah, seperti berlari keliling komplek. 

Kemudian, biaya berlangganan tv kabel juga bisa kamu pangkas. Berhentilah berlangganan untuk sementara, tonton saja stasiun tv lokal yang gratisan. 

5. Cari cara buat mendapatkan tambahan uang 

mengatur keuangan
Cari uang tambahan. (Pixabay)

Mengatur keuangan gak selamanya menekan pengeluaran, tapi bisa juga dengan menambahkan pemasukan. Kalau menganggur gimana caranya nambah? Cari kerja sampingan atau proyekan yang bersifat sementara. 

Kalau kamu jago desain, jadi freelancer aja. Tawarkan jasa desain web, desain kartu ucapan, atau apapun yang membutuhkan gambar yang apik. Atau, kalau kamu jago menulis, ada banyak lowongan freelancer sebagai penulis, baik dari perusahaan di dalam negeri maupun di luar negeri. 

Kan lumayan banget tuh bayarannya bisa buat nambah-nambah membeli keperluan sehari-hari. Tabungan yang kamu kumpulkan dari kerjaan sebelumnya juga bisa aman deh. 

6. Gak semua kegiatan itu mengeluarkan duit

mengatur keuangan
Kalau mau jalan-jalan, cari yang murah meriah aja. (Pixabay)

Meski duit tengah terbatas, tapi pasti muncul keinginan untuk pergi berwisata atau menghirup udara segar di luar. Yang perlu diingat adalah gak semua aktivitas itu harus mengeluarkan uang. 

Kamu bisa kok menyegarkan pikiran ke pantai atau ke gunung, tanpa harus keluar duit. Bawa saja minuman dan bekal makanan sendiri dari rumah. Itu baru yang namanya piknik! Kalau beli di kafe atau restoran sih kurang berasa pikniknya. 

Itulah enam cara mengatur keuangan dan berhemat di masa pascaresign. Sebenarnya ada banyak lagi hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk menekan pengeluaran, seperti misalnya, cuci baju sendiri tanpa harus ke laundry sampai menghemat penggunaan listrik biar tagihannya gak banyak. Yuk share cara berhemat versi kamu! (Editor: Ruben Setiawan)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.