Fresh Graduate Gaji Pas-Pasan Tapi Mau Traveling ke Luar Negeri? Coba Cara Ini

2 menit
Fresh Graduate Liburan ke Luar Negeri (Shutterstock)
Fresh Graduate Liburan ke Luar Negeri (Shutterstock)

Fenomena liburan atau traveling telah menjadi salah satu kebutuhan lifestyle saat ini. Perkembangan media sosial dan akses informasi secara luas dan mudah mendorong orang cepat terdorong bepergian ke destinasi yang diinginkan.

Akan tetapi, tak semua orang bisa bepergian secara mudah apalagi bagi yang memiliki keterbatasan penghasilan. Tetapi, bagi generasi milenial yang masuk kategori pekerja lulusan baru atau fresh graduate traveling menjadi pilihan. Terlebih dikala penat akan pekerjaan atau menikmati hasil jerih payah diri sendiri.

Berdasarkan data gaji rata-rata fresh graduate per bulan yang hanya Rp 2 jutaan, apakah mungkin generasi ini bisa menikmati liburan di negara orang? Tentu bisa, tetapi dengan kiat finansial yang cermat dan tepat.

Prencana Keuangan Metta Anggraini dari Anggraini & Partners mengatakan, salah satu pilihan cara untuk mengumpulkan dana untuk kebutuhan traveling adalah dengan menabung dan tidak mengandalkan utang. Sebab utang akan memberikan dampak pada arus kas setiap bulan.

“Sekarang kan lagi heboh tuh jalan-jalan bayarnya nyicil atau paylater. Itu boleh saja, tetapi mungkin bisa dengan menabung untuk beberapa tahun ke depan. Justru yang bahaya kalau ikut-ikut lifestyle. Terus mengandalkan utang, tanpa berpikir efek ke depannya apa,” kata Metta di Jakarta.

Fresh Graduate Sesuaikan Gaya Hidup

Metta menegaskan, sebagai generasi yang baru memasuki usia produktif, sebaiknya para fresh graduate menyesuaikan gaya hidup. Salah satunya dengan mempertimbangkan penghasilan, jika tidak maka akan terjebak pada gaya hidup semata.

“Usia 20 sampai 24 tahun itu waktunya untuk menyimpan. Karena time frame-nya akan sangat panjang. Hingga usia pensiun di Indonesia 55 tahun. Karena kalau terlambat, wah udah umur 40 tahun tapi kok nggak punya aset, nggak punya investasi. Nggak punya tabungan, tapi penghasilan pas-pasan.

Nah itu jadi harus lebih mempersiapkan dana hari tua saat itu dan lebih besar dananya yang disiapkan. Beda kalau sudah disiapkan dari sejak usia produktif,” kata Metta.

Namun demikian, Metta menegaskan, jika ingin liburan atau traveling melalui cicilan, maka harus dipastikan jangka waktunya dan periode tenor pelunasan hutang tersebut.

“Boleh nyicil buat liburan, tapi pas selesai liburan, selesai juga utangnya. Artinya setelah liburan tidak pusing lagi sama hutang dan bisa nabung untuk liburan berikutnya,” kata Metta.

Sementara itu, Head of Digital Banking Bank BTPN, Irwan S. Tisnabudi menyarankan kepada generasi milenial untuk mengatur keuangan secara cermat dan tepat. Salah satu pilihannya adalah dengan menggunakan Jenius dari Bank BTPN.

“Jika punya keinginan atau cita-cita liburan ke luar negeri bisa diwujudkan dengan Jenius, yakni dengan layanan Dream Saver. Dream Saver di Jenius akan mengalokasikan dana otomatis rutin setiap bulan yang memiliki bunga lebih besar dari tabungan reguler,” kata Irwan.

Dengan fitur ini para pengguna juga bisa melihat kalkulasi atau hitungan mimpi atau keinginan yang akan diwujudkan. Selain juga akan terlihat jangka waktu yang diperlukan dalam mengumpulkan dana hingga berapa jumlah dana yang harus dikumpulkan agar keinginan tersebut terwujud.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.