Ada Kompensasi PLN, Berapa Besaran Tarif Listrik yang Resmi Berlaku Sekarang?

5 menit
Mengetahui besaran tarif listrik yang kini berlaku sangat penting (Shutterstock).
Mengetahui besaran tarif listrik yang kini berlaku sangat penting (Shutterstock).

Akibat padamnya listrik di sebagian Pulau Jawa dari Minggu hingga Senin (3 – 4/8), keseluruhan tarif listrik yang ditanggung konsumen kabarnya bakal didiskon. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kompensasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) kepada konsumen yang dirugikan.

Besaran kompensasi yang diberikan PLN disebut-sebut sekitar 20 persen dari total tagihan buat pelanggan subsidi dan 35 persen dari total tagihan buat pelanggan nonsubsidi. Persentase diskon tarif listrik ini telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017.

Kebijakan kompensasi tarif listrik ini sedianya mulai diberlakukan buat tagihan listrik selama pemakaian di bulan Agustus 2019. Nah, ngomongin soal tarif listrik, kamu udah tahu belum berapa besaran terkini yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral?

Kalau belum, kamu perlu tahu nih, apalagi kalau berencana lagi berhemat pengeluaran rutin tiap bulan. Tagihan listrik yang membengkak tentu aja menjadi beban buat keuangan. Agar semua pengeluaran terukur dengan baik, simak dulu informasi tarif listrik berikut ini.

Ini besaran tarif listrik tahun 2019 yang resmi ditetapkan Kementerian ESDM buat rumah tangga, bisnis, dan industri

Tarif Listrik
Meteran listrik (Shutterstock).

Besaran tarif listrik yang dikenakan ke konsumen telah diatur ketentuannya oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau Kementerian ESDM. Penetapan tarif tenaga listrik atau tarif listrik berbeda-beda buat tiap-tiap golongan tarif.

Menurut Peraturan Menteri ESDM No. 31 Tahun 2014 dan No. 9 Tahun 2015, ada 12 golongan yang besaran tarif listriknya disesuaikan. Penyesuaian tariff adjustment yang biasanya diumumkan setiap tiga bulan sekali kini pengumumannya dilakukan tiap bulan.

Penyesuaian besaran tarif listrik ini dilakukan setelah melalui kajian berdasarkan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah, harga minyak mentah atau Indonesian Crude Price (ICP), dan inflasi. 

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, PLN dan Kementerian ESDM perlu membuat penyesuaian tarif listrik. Adanya penyesuaian ini bertujuan agar PLN bisa:

  • mempertahankan kelangsungan perusahaan penyediaan tenaga listrik, 
  • meningkatkan kualitas pelayanan, 
  • meningkatkan elektrifikasi, 
  • dan mendorong subsidi listrik yang lebih tepat sasaran.

Lalu, berapa besaran tarif listrik terkini yang telah disesuaikan? Berikut ini adalah daftar besaran tarif listrik resmi dari Kementerian ESDM dan PLN menurut golongannya.

 

Golongan tarif listrik Batas daya Biaya pemakaian
R-1/TR 1.300 VA Rp 1.467,28/kWh
R-1/TR 2.200 VA Rp 1.467,28/kWh
R-2/TR 3.500 VA – 5.500 VA Rp 1.467,28/kWh
R-3/TR > 6.600 VA Rp 1.467,28/kWh
B-2/TR 6.600 VA – 200 kVA Rp 1.467,28/kWh
B-3/TM > 200 kVA Rp 1.115/kWh
I-3/TM > 200 kVA Rp 1.115/kWh
I-4/TT > 30.000 kVA Rp 997/kWh
P-1/TR 6.600 VA – 200 kVA Rp 1.467/kWh
P-2/TM > 200 kVA Rp 1.115/kWh
P-3/TR Rp 1.467,28/kWh
L/TR, TM, TT Rp 1.644,52/kWh

 

Ini 12 golongan tarif listrik yang mendapat penyesuaian besaran tarif, siapa aja mereka?

Tarif listrik
Listrik di perumahan (Shutterstock).

Seperti yang telah kamu lihat pada tabel besaran tarif listrik di atas, ada 12 golongan tarif yang telah diatur besaran tarifnya. Golongan-golongan tarif tersebut secara umum terbagi menjadi pelayanan sosial, rumah tangga, bisnis, industri, kantor pemerintahan, traksi, dan curah.

Sementara 12 golongan tarif listrik yang mendapat penyesuaian menurut peraturan Kementerian ESDM adalah sebagai berikut:

 

Golongan tarif listrik Batas daya Konsumen
R-1/TR 1.300 VA Rumah tangga kecil
R-1/TR 2.200 VA Rumah tangga kecil
R-2/TR 3.500 VA – 5.500 VA Rumah tangga menengah
R-3/TR > 6.600 VA Rumah tangga besar
B-2/TR 6.600 VA – 200 kVA Bisnis sedang
B-3/TM > 200 kVA Bisnis besar
I-3/TM > 200 kVA Industri skala menengah
I-4/TT > 30.000 kVA Industri besar
P-1/TR 6.600 VA – 200 kVA Kantor pemerintah kecil
P-2/TM > 200 kVA Kantor pemerintah besar
P-3/TR Penerangan jalan umum
L/TR, TM, TT Layanan khusus

 

Ini rumus tarif listrik setiap ada penyesuaian oleh PLN dan Kementerian ESDM

Tarif listrik
Listrik pintar (Shutterstock).

Ada rumus atau formula yang digunakan PLN dalam menentukan seberapa besar tarif listrik yang disesuaikan atau tariff adjustment. Seperti apa rumus yang digunakan?

TB = TL x (1 + %TA)

Keterangan:

  • TB = tarif listrik baru yang berlaku setelah penyesuaian (tariff adjustment).
  • TL = tarif listrik lama.
  • %TA = Persentase penyesuaian tarif listrik

%TA = % (Kkurs x Δ Kurs) + % (KICP x Δ ICP) + % (Kinflasi x Δ Inflasi)

Keterangan:

  • TA = tariff adjustment
  • Kkurs = koefisien perubahan kurs
  • Δ Kurs = selisih antara kurs baru dan acuan yang sesuai APBN
  • KICP = koefisien perubahan ICP
  • Δ ICP = selisih antara ICP baru dan acuan yang sesuai APBN
  • Kinflasi = koefisien perubahan inflasi
  • Δ Inflasi = selisih antara inflasi baru dan acuan yang sesuai APBN

Sampai saat ini PLN masih menetapkan tarif bersubsidi lho, siapa aja penerimanya?

Tarif listrik
Tarif bersubsidi juga diberikan oleh PLN (Shutterstock).

Selain golongan tarif yang telah disebutkan di atas, ada beberapa golongan tarif lainnya yang dikelompokkan sebagai pelanggan bersubsidi. Jumlahnya yang terdaftar mencapai 25 golongan, termasuk pelaku UMKM, bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial.

Nah, siapa aja mereka yang masuk ke dalam 25 golongan tarif listrik bersubsidi? Berikut ini daftarnya.

 

Golongan tarif listrik Batas daya
S-1 220 VA
S-2 450 VA
S-2 900 VA
S-2 1.300 VA
S-2 2.200 VA
S-2 3.500 VA – 200 kVA
S-3 > 200 kVA
R-1 450 VA
R-1 900 VA
B-1 450 VA
B-1 900 VA
B-1 1.300 VA
B-1 2.200 VA – 5.500 VA
I-1 450 VA
I-1 900 VA
I-1 1300 VA
I-1 2.200 VA
I-1 3.500 VA – 14 kVA
I-2 > 14 kVA – 200 kVA
P-1 450 VA
P-1 900 VA
P-1 1.300 VA
P-1 2.200 VA – 5.500 VA
Traksi > 200 kVA
Curah > 200 kVA

 

Bagaimana cara menghitung pemakaian listrik sehari-hari?

Tarif listrik
Pemakaian listrik sehari-hari (Shutterstock).

Cara menghitung pemakaian listrik itu cukup mudah. Kamu cuma perlu mengalikan berapa besar daya atau kWh dengan besaran tarif listrik menurut golongan tarifmu. Simpelnya, kamu bisa lihat rumus di bawah ini.

Tagihan listrik tiap bulan = besaran daya yang dipakai x tarif listrik

Buat mengetahui berapa besar daya yang digunakan, kamu cari tahu dulu besaran daya (watt) dari peralatan-peralatan elektronik biasa dipakai. Lalu, berapa lama biasanya peralatan-peralatan tersebut digunakan. Dari situ, kamu bisa tahu besarannya.

Semakin kecil daya dari peralatan-peralatan elektronik yang digunakan, semakin rendah tarif listrik yang kamu bayar. Jadi, apakah kamu termasuk orang yang sering menggunakan banyak barang elektronik atau sedikit menggunakannya? Semoga informasi barusan bermanfaat ya! (Editor: Winda Destiana Putri).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!