Kabar Baik! Bank Indonesia Pangkas Biaya Transfer Bank, Berapa Besarannya?

3 menit
Biaya transfer bank yang sudah ditetapkan oleh Bank Indonesia (Shutterstock).

Gak sedikit orang yang merasa keberatan ketika harus mengirim uang via transfer tapi beda bank. Kenapa? Karena ada biaya yang dibebankan saat transfer bank. Meski kecil, tapi kalau transfernya banyak, lumayan menguras uang juga kan.

Nah, rata-rata biaya transfer antar bank itu ada di atas angka Rp 5.000. Baik dari bank swasta ke pemerintah atau sebaliknya.

Contohnya, transfer uang dari Bank BRI ke Mandiri dikenakan biaya sebesar Rp 6.500. Nominal yang sama juga berlaku untuk Bank BCA ke Mandiri.

Jadi, memang umumnya kamu harus merelakan uangmu sebesar Rp 6.500 untuk sekali melakukan transfer bank. Kalau ada beberapa transaksi lumayan banget sih, bisa buat pulsa. Beda kalau transfer ke sesama bank ya yang gak dikenakan biaya alias gratis.

Disamping itu, semakin bermunculan bank yang sudah menerapkan sistem digital yang tak hanya menawarkan kemudahan bertransaksi, tapi juga memberikan fasilitas menggiurkan. Salah satunya adalah gratis transfer ke semua bank.

Gak usah jauh-jauh, contohnya saja Digibank by DBS yang menawarkan gratis transfer ke semua rekening. Pembukaannya rekeningnya pun bisa dilakukan via online.

Tak dapat dipungkiri kalau kemudahan fasilitas yang ditawarkan membuat banyak orang khususnya milenial mulai beralih menyimpan uangnya ke bank digital.

Meski begitu, tetap saja masih banyak orang yang setia pada bank konvensional. Nah, kabar baik buat kamu nih, karena Bank Indonesia akan memangkas biaya transfer antar bank yang akan berlaku mulai 1 September 2019.

Berapa kisaran biaya transfer antar bank? 

Transfer bank
Seorang wanita tengah melakukan transaksi di ATM (Shutterstock).

Seperti yang dilansir dari Tempo, jika Bank Indonesia meluncurkan Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) dengan target pencapaian hingga 2025. Nah, salah satunya adalah menurunkan biaya transfer antar bank sekitar Rp 3.500 dari biaya sebelumnya yaitu Rp 6.500.

Akan tetapi, sebelum mulai menerapkan sistem tersebut. Bank Indonesia akan memulainya terlebih dahulu dengan meluncurkan pembayaran menggunakan QR Code yang saat ini memang sudah sangat menjamur.

Jika sistem pembayaran tersebut berjalan lancar, maka BI juga akan menerapkan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKBNI) Bridging agar dapat masuk ke sistem Fast Payment.

“Nanti transfernya akan turun dari bank yang maksimal charge-nya Rp 6.500 menjadi Rp 3.500. Jadi akan ada penurunan biaya,” ujar Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Filianingsih Hendarta.

Selain itu, penurunan biaya transfer dan kliring juga menjadi salah satu strategi agar nasabah tetap setia dengan bank konvensional, di tengah semakin menjamurnya fintech.

Karena logikanya, biaya yang lebih murah maka itu yang akan banyak dipilih. Buat apa pilih yang bayar kalau ada yang gratis. Setuju gak?

Keuntungan biaya transfer dan kliring turun

Transfer bank
Keuntungannya (Shutterstock).

Dengan adanya penurunan biaya transfer antar bank, tentu masyarakat akan lebih nyaman melakukan aktivitas perbankan. Kenapa?

Pasalnya, mereka jadi gak perlu mikir panjang lagi saat ingin melakukan transfer ke beda bank yang memang membutuhkan biaya. Karena tetap saja, meskipun nominal Rp 6.500 terlihat kecil, tapi jika dikumulatifkan maka jumlahnya akan lumayan banget.

Misalkan saja, setiap bulan kamu harus melakukan transfer ke orang tua yang tujuan banknya beda, bayar kosan yang berbeda juga kosan, belum lagi dengan belanjaan online shop kamu. Kalau ada sepuluh kali transfer antar bank, berarti Rp 65 ribu melayang tuh cuma buat bayar biaya transfer aja.

Dengan penurunan biaya transfer menjadi Rp 3.500 tentu masyarakat menjadi tidak ragu lagi untuk melakukan banyak aktivitas perbankan. Lagipula, bank juga akan mendapatkan pendapatan fee based income yang meningkat kok karena semakin bertambahnya jumlah transaksi yang dilakukan oleh nasabah.

Nah, itu dia besaran dan alasan mengapa Bank Indonesia akhirnya menurunkan biaya transfer antar bank. Jadi udah gak ragu lagi kan untuk melakukan aktivitas perbankan? (Editor: Winda Destiana Putri).

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.